Me and Family

Standard

V lagi pengen cerita tentang keluarga v, keluarga inti v yang cuma lima orang, papa, mama, nenek, v, dan adek v bayu. kami tinggal di sebuah komplek di pekanbaru, tapi v kemudian kuliah di yk, disusul adek v yang juga ikutan kul di yk.

Nenek v, Kamariah, bagian penting dari keluarga besar encik Zauwiyah, pensiunan guru sd, lahir tahun 1932 dan alhamdulillah sekarang masih sehat. Nenek punya adik dan kk yang rame, sampe 12 orang, maklum aja jaman dulu belum ada KB jadi bisa dibilang keluarga besar kami jumlahnya sampe ratusan orang (ponakan-penakan nenek, cucu2nya, plus cicit). Nenek v nikah umur 28 tahun, kalo buat orang jaman dulu udah perawan tua banget, itupun juga dijodohin sama kk nenek (v manggil dia “atuk pa”) dan ternyata suami nenek suka poligami, umur enam bulan mama dikandungan nikah lagi sama orang lain, jadinya nenek cerai d sama atuk (kakek) v semenjak mama masih bayi. Nenek berusaha membesarkan mama v di Duri, dan tidak pernah menikah lagi sampe sekarang. Jauh sebelum menikah dengan atuk v, nenek pernah bertunangan dengan seseorang yang bernama Zakaria, tapi nenek ga jadi nikah dengan Zakaria karena sahabat nenek ngomongin macam2 kejelekan Zakaria, cerita klasik pagar makan tanaman hehehe ternyata sahabat nenek itu naksir sama Zakaria, tapi akhirnya sahabat nenek ga nikah ama Zakaria, karena Zakaria lebih memilih gadis yang juga bernama sama dengan nenek (nama istrinya juga Kamariah). Hubungan nenek dengan atuk Zakaria itu tetap baik tapi istrinya yang namanya sama dengan nenek ga pernah mau beramah-tamah dengan nenek, mungkin karena cemburu hihihi Sekitar tahun 2000 atau 2001 kemarin, atuk Zakaria dan anak2nya pernah datang ke rumah untuk melamar nenek v, istrinya waktu itu sudah meninggal. Nenek minta pendapat kami, kalo v bilang sih gpp secara v dapet atuk yang kaya banget hahaha, tapi nenek memilih untuk tidak menerima lamaran atuk Zakaria dengan alasan udah ga tau lagi gimana ngurus laki2 karena udah bertahun2 menjanda. Jadilah si atuk patah hati untuk yang kedua kalinya gara2 nenek v. Sampai sekarang nenek masih bersama kami, dan sehat alhamdulillah

Papa v, Munif, lahir tahun 1955, sebenarnya masih ada hubungan keluarga dengan nenek n mama, tapi v ga terlalu ngerti gimana hubungannya. Nenek v mengangkat papa sebagai anaknya dan menyekolahkan papa sampai papa tamat SPMA (Sekolah Pertanian Menengah Atas), sambil sekolah papa kerja di Dinas Perkebunan, dan sampai sekarang papa masih kerja di Dinas Perkebunan provinsi Riau. Menurut mama, papa naksir ama mama padahal mama sama sekali ga naksir atau suka karena mama waktu itu udah punya co. Papa udah kerja di Pekanbaru, sementara mama masih di Duri, masih sekolah di SMA. Jadi papa bolak balik Pekanbaru-Duri buat nemuin mama hihihi nenek lebih cenderung suka papa yang jadi calon menantunya karena udah kenal dari dulu tapi mama males banget. Sampai sekarang v ga tau alasan apa yang bikin mama jadi nikah sama papa, tapi kalo papa n mama v ga nikah, ga ada v d di dunia ;p

Mama v, Detti, lahir tahun 1961. Lahir tanpa kasih sayang dari ayah telah menjadikan mama orang yang sangat-sangat mandiri. Setelah SMA, mama kerja sebagai pegawai di Pemda tk.I Riau sampai sekarang. Mama menikah dengan papa umur 20 tahun, dan alhamdulillah pernikahan mama n papa v langgeng sampe sekarang. Satu sifat mama yang emang terbentuk dari kecil yaitu mama suka bersih-bersih, saking suka bersih2, mama sampe sering lupa tempat menaruh barang2 yang udah diberesin. Sering kali perkakas v entah bedak, eyeshadow, novel atau komik, menghilang tiba2 dari tempat v menaruh sebelumnya, n v pasti langsung nanyain mama, eh si mamam lupa dimana meletakkan perkakas v itu, bete d…

Kalo tentang v, v lahir tahun 1982 di pekanbaru. punya sifat keras kepala, egois sometimes, kalau adek v bilang, v orangnya membosankan he.. dari umur lima tahun sampe sekarang, v sekolaaaah terus, sd, smps, sma, s1, s2, sekarang v lagi ngambil profesi akuntansi di stie ykpn yogyakarta, mudah2an maret nanti selesai. V seneng banget baca, baca novel, baca komik, majalah. V tumbuh dengan membaca bobo, donal bebek, kawanku (waktu itu segmennya masih buat anak2), aneka, anita cemerlang, gadis, dan sekarang bacaan v jadi femina, kartini, eve, cosmopolitan, fhm, dan men’s health. Kalo novel, v cenderung seneng Sandra brown atau John grisham. Semenjak umur dua tahun v pertumbuhan v sangat pesat, badan v lebih besar dari pada temen2 v, hal ini sering kali bikin v minder karena anak2 selau mengejek “ndut, ndut..” pernah satu kali waktu sd v sebel banget sama temen v yang suka ngejekin v, akhirnya v cakar mukanya hahaha tapi sekarang v malah dekat sama temen v itu, tiap kali lebaran, temen2 sd n smp mesti ngumpul dirumah v. Smp, berat v udah 50an, termasuk ukuran besar jaman itu, temen2 celananya masih ukuran berapa, v malah ukuran 28, 29. Kelas dua smp, v yang jadi sekretaris kelas mencatat bahan pelajaran di papan tulis, seorang teman v yang namanya dessy emang dari awal masuk suka cari gara2 dngan v, awalnya ga v gubris, lama-kelamaan v kesal dengan ejekan dia tentang badan v, akhirnya v ga kuat n v lempar penghapus papan tulis ke muka dessy, semenjak peristiwa itu, dessy mulai berubah, dan sekarang malah v cukup dekat ama dia he… Sma, v lalui dengan baik tapi tidak meningggalkan kesan yang kuat di hati v. Secara v sekolah di sma yang isinya anak2 pejabat atau pengusaha atau pedagang, jadi masing2 merasa berkuasa di sekolah. Mulai dari siswa sampe guru sipatnya kaya gitu, misalnya untuk jadi anggota paduan suara seseorang harus cantik, ga peduli suaranya cempreng, teteup jadi anggota, ada juga guru yang suka banget “menjilat” anak yang bapaknya pengusaha atau penjabat. Atau seseorang akan memiliki teman apabila seseorang tersebut pintar atau kaya. Jika ada satu anak yang orang tuanya kaya, pajabat, pengusaha, atau pedagang, tapi bodoh, maka semuanya akan berusaha menjadi teman anak tersebut. Begitu juga jika ada satu anak pintar tapi orang tuanya biasa-biasa aja, maka semuanya pun berbondong-bondong untuk jadi teman anak itu. Bagaimana dengan anak yang hidupnya biasa aja, sederhana dan otaknya juga ga pinter2 banget, jadilah dia pecicilan. Bagi v, v berusaha seimbang, walaupun v ga tau penilaian orang lain terhadap v seperti apa, v berusaha berteman dengan berbagai macam orang dan sifat, ke depannya agar v bisa berteman dan bersosialisasi dengan siapa saja, buat v bibit bobot n bebet bukan jadi ukuran dalam berteman. Kuliah s1 dan s2, sampe ppa ini v lalui dengan berbagai macam kejadian, kadang bikin v terpuruk, kadang bikin v gembira, semuanya campur aduk, hidup sendiri di yogyakarta telah menempa v menjadi anak yang lumayan mandiri, bisa memutuskan sesuatu dengan berbagai pertimbangan, apalagi sekarang di yk v tinggal dengan adek v jadinya v harus pinter2 dan hati2 dalam bertindak.

Bayu, adek v, lahir tahun 1985. Sejak kelas satu sd sudah mulai berkaca mata dengan minus 1,5 dan sekarang sudah minus 7,75. karena nenek guru sd, kelas satu pula, jadi kami sudah bisa baca semenjak umur 4 tahun, dan bayu termasuk orang yang suka baca sambil berbaring, mata bayu jadi minus mungkin salah satu sebabnya itu. Bayu anak yang menurut v pinter, karena dia gampang banget menangkap pelajaran yang diterangkan atau dibaca tanpa harus belajar rutin kaya v. Sd sampe dengan smp baru juara umum, tapi masuk sma bayu jadi males2an, ga pernah belajar sampe ranking merosot tajam jadi 30an dari 40 siswa hahaha kelas 3 sma bayu mulai berubah karena bayu punya cita2 masuk ke fakultas perminyakan itb atau sriwijaya, bayu memang suka dengan aktivitas lapangan. Bayu juga ikut um ugm, dan lulus untuk teknik sipil. Waktu ujian masuk mahasiswa baru atau spmb bayu lulus perminyakan sriwijaya, palembang, tapi papa v berat banget untuk melepaskan bayu ke palembang, alasan papa karena kami ga punya saudara di palembang, ga ada yang ngawasin, dan waktu itu palembang belum berkembang seperti sekarang, persepektif yang berkembang di masyarakat tentang orang palembang yang suka berantem mempengaruhi papa, jadi papa ga kasi izin bayu kuliah di palembang. Jadi bayu masuk ke ugm, karena v udah di yk, dan ugm gitu lho (hueek), orang tua mana yang ga bangga anaknya masuk ugm. Awalnya v pikir bayu ga masalah disana, ternyata tidak, nilai2 awal bayu jeblok, usut punya usut ternyata bayu kecewa dengan papa karena harus masuk sipil, bidang yang tidak bayu senengin. Mama berusaha memperbaiki keadaan dengan menyuruh bayu ikut spmb lagi, tapi bayu ternyata udah kadung senang dengan kuliah jembatan, jalan, jadinya sampe sekarang bayu tetap di sipil, dan sekarang sedang memperbaiki nilai2nya yang jelek semester 1 dan 2. mudah2an tahun depan selesai.

Lebaran tahun ini menjadi lebaran yang berkesan bagi v, saudara2 dari ayahnya mama datang kerumah dan berusaha memperbaiki hubungan yang sudah sangat lama terputus, v belajar untuk mengenal adik2nya atuk v beserta keluarganya, dan keluarga v jadi bertambah besar dan besar dengan hadirnya keturunan2 lain dari pihak ayah mama. Mudah2an saja semuanya menjadi semakin baik dan baik lagi buat keluarga kami, amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s