Gas… Gas.. Beli gas Bu…

Standard

V hari ini cukup produktip, secara bangun tidur setengah lima langsung sholat subuh n langsung maen sepeda sampe seturan, langsung d balik ke rumah. Mood v bagus banget sampe v nonton berita di tv. Semuanya tentang gas 12kg yang sedang langka di pasaran, di rumah v sendiri aja udah seminggu ga ada gas, dicari kemana2 ga dapat, alasan dari tokonya, gas abis.


Lucu ya kebijakan petinggi di pertamina ataupun pemerintah kita, untuk mengurangi subsidi minyak tanah yang katanya juga ikut dinikmati oleh orang yang mampu, minyak tanah dimahalin, mungkin ga terlalu masalah bagi masyarakat asal minyak tanah tersedia dipasaran, jad harganya ga terlalu fluktuatif. Kenyataannya subsidi dikurangin, harga minyak tanah di mahalin, ketersediaan minyak tanah dipasaran ga ada. Alasan baru lagi yaitu konversi dari minyak tanah ke bahan bakar gas. Giliran masyarakat udah pake bahan bakar gas, eh malah tabung gas n gasnya yang ga ada di pasaran, apalagi buat tabung gas 12kg yang biasa di pakai rumah tangga, menghilang dari pasaran.

Dari berita yang v tonton, seorang penduduk yang sedang mengantri pada saat wawancara mengatakan bahwa dia udah ngantri gas di spbu selama 4 jam dan belum ada kepastian kapan gas akan didapat. Karena kesal dengan situasi yang seperti ini, si bapak komentar ”sebenarnya pemerintah indonseia ini maunya apa? Mau mencekik rakyat pelan2 biar mati atau gimana? Minyak tanah langka, Disuruh ganti gas, giliran gas yang ga ada. Percuma aja pintar ngomong tapi ngurusin bahan bakar aja bodohnya ga ketulungan.” Komentar si bapak ini diberi applause oleh pengantri lainnya, yang artinya masyarakat menyetujui kalimat si bapak itu.


Berita lain yang v liat, seorang agen yang biasanya perhari dapat jatah gas 300 sampai dengan 400 tabung, tiba-tiba dikurangi menjadi 150 tabung saja. Alasan yang dikemukakan oleh pertamina cuma emang lagi telat, n zona elpiji sedang dibatasi.

Di tegal, harga tabung gas 12 kg sudah mencapai 750ribu.


V jadi mikir, benar juga kata si bapak. Maunya pemerintah kita atau pertamina apa sih? Rakyat udah susah, masih juga ditambahin dengan kesusahan lainnya. Agar masyarakat ga membeli minyak tanah lagi, pasokannya dikurangi kemudian di ganti gas. Giliran rakyat udah pake gas malah gasnya dibikin langka. Gas langka, harga jadi mahal. Harga gas mahal bisa menibulkan efek domino untuk harga sembako, dengan berbagai macam alasan, pasti sembako juga naik. Semakin banyak masyarakat indonesia yang tidak punya daya beli, jadi jangan salah semakin banyak anak yang menderita gizi buruk, ataupun ga makan berhari2 sampe akhirnya meninggal. Apa sebelum bikin kebijakan mereka ga pernah berfikir akibatnya bagi masyarakat? Percuma dong syarat masuk ke lembaga tersebut harus dengan ip yang tinggi kalo kebijakan yang dihasilkannya juga bisa dibikin oleh anak yang paling tolol sekalipun? Mau dibawa kemana Indonesia saat ini ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s