PeRkaYa BaTiN

Standard

Hari ini, pulang kerja, seperti biasa v melewati provost. Karena pagar pengaman untuk memasuki wilayah tersebut sangat kecil, terpaksa kami, masyarakat yang berada disekitar, bergantian memasuki pagar tersebut, maksud v, tidak bisa dilewati dua mobil.

V sore ini terpaksa berhenti sebentar, ngantri untuk melewati pagar tersebut karena kebetulan v bawa mobil. Jauh di depan v ada seorang bapak yang membawa sekotak kardus minuman mineral melewati provost tersebut dengan menggunakan motor. Sontak penjaga provost tersebut membunyikan peluitnya dan menyuruh si bapak untuk berhenti. Tanpa ba bi bu lagi, si penjaga langsung membongkar kardus tersebut, tanpa berkata apa2. Yang jadi pertanyaan v “apa yang ada di pikiran penjaga tersebut pada saat si bapak melewati dirinya dengan membawa kardus? apakah si penjaga berpikir itu benda berbahaya yang bisa mengacaukan keamanan wilayahnya? seperti bom misalnya? kenapa juga harus curiga dengan sekardus kotak minuman mineral yang dibawa oleh seorang yang tua? apakah si penjaga tidak punya sopan santun dalam bertanya? apakah dalam pelatihannya jaman dulu, sebelum dia menjadi penjaga dia tidak diajari sopan santun, menghargai orang lain? atau apakah dia tidak pernah diajari oleh ibunya atau bapaknya sopan santun sama sekali dari kecil? sehingga tidak tahu adab menghadapi orang lain? Apakah seperti itu prosedur pemeriksaan mereka?” Kalo memang benar seperti itu v merasa kasihan sekali kepada mereka…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s